Biaya Kuliah Mahal. Apa yang Kau Dapat?

Saat ini biaya kuliah sedang menjadi topik hangat setelah topik USM yang ditiadakan karena pemerintah menghapus sistem ujian mandiri tiap universitas dan ujian disamakan melalui SNMPTN.

Untuk mengetahui kejelasan mengenai rincian biaya masuk Institut yang konon katanya terbaik bangsa ini, silahkan dibaca poin poin berikut dengan seksama.

1)     Biaya pendidikan terdiri atas komponen Biaya Pendidikan yang dibayar di Muka (BPM) yang di bayar sekali dan komponen Biaya Pendidikan Pokok (BPP) yang dibayar setiap awal semester.

2)     Untuk tahun 2011 BPM ditetapkan Rp 55.000.000,- per mahasiswa dan BPP Rp 5.000.000,- per mahasiswa per semester. Khusus untuk calon mahasiswa yang diterima di SBM, BPM ditetapkan Rp 80.000.000,- dan biaya SKS sebesar Rp 750.000 per SKS.

3)     Orang tua yang memerlukan bantuan untuk pembiayaan putra/putrinya yang diterima di fakultas/sekolah bukan SBM, dapat mengajukan permohonan subsidi untuk pembayaran BPM yang akan dipertimbangkan sesuai dengan bukti-bukti yang menunjukkan kemampuan ekonomi orang tua. Besarnya subsidi akan bervariasi: 25%, 50%, atau 75%.

4)     Subsidi 100% baik BPM maupun BPP diberikan kepada mahasiswa baru yang berasal dari keluarga golongan ekonomi lemah dengan penghasilan keluarga yang tidak memungkinkan membiayai studi anggota keluarganya di perguruan tinggi. Sesuai dengan ketentuan pemerintah, ITB mempersiapkan subsidi 100% ini bagi minimum 20% mahasiswa yang akan diterima, yakni untuk lebih dari 600 mahasiswa baru, termasuk untuk mahasiswa baru SBM.

Poin-poin di atas dikutip dari http://www.itb.ac.id/usm-itb/nas-t-4.htm.

Saya yakin, bangsa ini memiliki banyak siswa-siswa jenius yang masih tersembunyi. Tetapi masalahnya adalah, banyak di antara mereka tidak seberuntung warga kota yang memiliki ekonomi yang lebih mencukupi untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

Mungkin memang ada jalur untuk yang kurang mampu, namun apakah sosialisasi ini sampai kepada mereka yang di daerah-daerah? Sebab selama ini yang kita lihat adalah mereka yang berusaha untuk mencari info, bukan pemerintah membantu mereka mencari informasi mengenai universitas-universitas di Indonesia.

Melihat dari realita yang terjadi saat ini saya hanya ingin mengucapkan : “SELAMAT DATANG PUTRA PUTRI TERKAYA BANGSA”

Sebenarnya mengapa biaya pendidikan di ITB ini mahal? Ya, ilmu memang mahal. Tetapi sudah menjadi kewajiban pemimpin bangsa ini bagaimana biaya itu bisa ditekan sehingga rakyatnya bisa mendapatkan pendidikan tanpa harus dipusingkan oleh ekonomi. Kalau kita lihat di kampus ini, mungkin banyak sekali pengeluaran, gaji dosen, gaji petugas kampus, dan perawatan.

Tetapi apakah itu alasan yang wajar untuk membebani biaya kuliah yang mahal kepada para mahasiswa? TIDAK!
HARUSNYA PEMERINTAHLAH YANG BERTANGGUNG JAWAB BAGAIMANA PARA PENGAJAR DAN PETUGAS KAMPUS BISA TERCUKUPI KEBUTUHANNYA!
PEMERINTAHLAH YANG SEHARUSNYA MEMASTIKAN MEREKA SEJAHTERA!
INI TEMPAT KULIAH PUNYA PEMERINTAH GITU! BUKAN KAMPUS SWASTA YANG MENGURUS SENDIRI GAJI PENGAJARNYA!
HARUSNYA KAN SUBSIDI LEBIH BANYAK!

dasar pemerintah korup.

Bagaimana dengan fasilitas kampus setelah kita membayar semua itu?
Cih, boro-boro dapat fasilitas enak, fasilitas malah dibatasi.
Bagaimana bisa sebuah kampus yang katanya nomor 1 di Indonesia :

WC-nya tidak 24 jam, mahasiswa kebingungan mencari WC kalau hari sudah agak gelap

Tidak boleh ada kegiatan di kampus melebihi pukul  22.00 WIB.
Demi Tuhan, aku bayar kuliah mahal-mahal masa ga boleh tinggal di kampus sampai malam? Bahkan pernah ngerjain tugas sampai malam di kampus malah diusir sama satpam!

RUANG KELAS TIDAK NYAMAN
Harusnya bayar mahal dapat fasilitas bagus dong. Tapi faktanya? Ruangan kuliah kecil, sirkulasi udara jelek, kalaupun ada yang nyaman, itu adalah sumbangan dari alumni (contoh : ruangan TVST-A)