Posted by: evanclearesta | December 28, 2009

Notes From My Lecturer

If you work hard to get your degree, try to think what will you do with it. If you want to use it only for your self, you are wasting your time, valuable time I would say. You won’t be happy. Well, yes you will be for a short while but it will be gone in no time.

If you spend so much time to get rich while abandoning your family thinking that they are happy if you bring more money … you are wrong. They are happier having you around. Of course we have to work hard to get a living … but make sure that you are not starting to live for working.

A real happiness is to have family that loves you for who you are. Of course there would be arguments and sometime even fights, but think of the heaven you’ll have as you make up with each other. The greatest blessing is to know that you always have a home to come home to, no matter what.

Johan Matheus Tuwankotta – Pak Theo

Posted by: evanclearesta | December 28, 2009

Wajah di Persimpangan Jalan

Tiap hari kita liat, wajah kusam pakaian lepek itu di tepi jalan, mengadahkan tangan ke setiap jendela kendaraan yang berhenti di persimpangan. Yang mereka lakukan tak lain tak bukan adalah meminta sedikit kekayaan yang kita miliki, kekayaan yang Tuhan titipkan kepada kita.

Namun, kita lihat kini, pekerjaan yang satu ini tampaknya merupakan sebuah pelarian dari takdir oleh mereka yang malas. Aku berhenti, lalu seorang pemuda datang mengadahkan tangannya ke jendela kendaraanku .Padahal kulihat wajah mereka masih segar, kulihat tubuh mereka masi dapat berdiri dan berjalan dengan tegap. Jiwa raga yang dikaruniakan oleh Tuhan kepada mereka ini tidak mereka manfaatkan. Yang mereka lakukan malah meminta minta. Sungguh memalukan.

Lalu, setelah memberikan kode “tidak” kepadanya, iapun pergi. Tak lama berselang setelah itu, seorang anak kecil datang mengadahkan tangannya ke jendelaku, tidak berbeda dengan yang dilakukan oleh pemuda yang telah berlalu tadi. Sungguh miris apa yang kusaksikan di depan mataku saat itu, tidakkah sepantasnya mereka duduk di bangku sekolah dasar dengan baju putih dan celana merah yang rapi mengenakan dasi merah di lehernya memegang buku di tangannya, bukan seperti ini, bukan dengan pakaian yang sudah lusuh bukan dengan wajah yang kusam, bukan dengan mengadahkan tangan meminta uang yang sedikit jumlahnya. Mana yang kata pemerintah itu program BOS? Mana yang katanya pendidikan gratis? That’s all nothing! They spare the money for their own pocket. They work on a proposal to get money for their own! They’re all bullshit!

Kuberikan uang seribu rupiah kepada anak itu, dan dia berkata ,“terima kasih a’ ” dan diapun berlalu.

Akupun melanjutkan perjalananku. Lalu aku menemui sebuah perempatan lagi, dan lampu lalu lintas menyala merah, akupun menghentikan kendaraanku. Dan kali ini datanglah seorang ibu ibu dengan membawa anaknya yang di gendongnya di dada menggunakan sarung yang sudah kelihatan kotor. Akupun heran, mengapa dia membawa anaknya? Mengapa dia membawa anaknya meminta minta di tengah cuaca panas dengan matahari yang bersinar terik ini? Tidakkah anaknya akan merasa cepat haus? Tidakkah anaknya akan mudah terkena penyakit melihat banyaknya kendaraan yang lalu lalang? Mengapa ia tidak mencari pekerjaan lain yang lebih wajar? Aku kesal melihatnya. Aku kesal melihat apa yang dilakukan pemerintah negara ini.

Pada zaman dahulu ada PASAL 34 UUD 1945 yang berbunyi “Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara“. Ya, PADA ZAMAN DAHULU.

Akupun melanjutkan perjalanan, ketika di sebuah persimpangan, kulihat seorang lelaki berjalan pincang menggunakan tongkat, dan ketika kulihat, masyaAllah, dia tidak mempunyai sebelah kakinya, entah apa yang terjadi padanya, aku berfikir, alangkah beruntungnya aku memiliki anggota tubuh yang masih utuh 100% tanpa cacat. Entah apa jadinya aku jika aku menjadi dia. Dan? Yang dia lakukan adalah sama dengan wajah wajah lainnya di persimpangan jalan itu, meminta ketulusan hati orang yang lewat disana untuk membagi sedikit hartanya. Entah seberat apa kehidupannya, aku tak tau. Aku sungguh sungguh bingung dengan aparat negara ini, kemana mereka? Mana janji janji mereka? Mana perkataan manis mereka sebelum menjadi orang tinggi di kursi empuk pemerintahan?

Dan kini, muncul pula peraturan yang melarang kita untuk memberi mereka uang, mereka -para pemerintah- berkata, hal itu dapat meningkatkan jumlah pengemis dan peminta minta di jalanan, yah, ada benarnya juga, namun, mengapa mereka tidak mengurangi secara perlahan dengan memberikan kehidupan yang layak kepada mereka? Mengapa rakyat yang ingin membantu yang malah menjadi korbannya? Salahkah kami bersedekah? Denda bisa mencapai jutaan rupiah bagi siapapun yang melanggarnya, namun, kemana uang tersebut mengalir? Tentunya ke saku para pemerintah dong. Katanya siih, uang tersebut untuk kas negara, namun faktanya, kas negara kan mereka makan juga.

Kepada pemerintah, NERAKA ITU ADA, BUNG.

Keadilan di Negeri Ini Sudah Tertutup Awan Gelap Korupsi.

Posted by: evanclearesta | September 16, 2009

Diary Seorang Cewe.. :o

sumber : Kaskus

ehm, tadi pas gw lagi browsing sekalian nyari tugas gw nemu ini nih. yang mau silakan baca, yg enggak juga gpp hehe .baca sekalian diambil hikmahnya ya !
—————————————————————————————————————–
Dear Diary,

Hai Di, udah lama Vella ngga nulisin kamu yah, banyak banget yang Vella mau ceritain ke kamu Di. Tadi pagi Vella sama temen-temen ngomongin cowok masing-masing. Di masih inget sama Evan kan? cowoknya Vella? Vella malu banget deh sama dia. Dia soalnya nggak kayak cowok-cowok temen Vella yang lain Di. Sebel deh sama Evan, bayangin deh Di semua minusnya Evan nih yah:

• Minus 10 karena dia nggak punya handphone, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain punya handphone.

• Minus 10 karena dia nggak dibolehin nyetir mobil sama ortunya karena belum 17, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain biar sama-sama SMP udah boleh bawa sendiri!

• Minus 10 karena dia itu rambutnya cuma cepak biasa, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain itu rambutnya gaya abhies.

• Minus 10 buat dia karena dia itu nggak suka ketempat-tempat dugem Di, padahal Vella suka banget ke sana, malu banget nggak sih punya cowok kayak gitu.

• Minus 10 buat dia lagi Di, karena dia nggak punya satu pun jacket XSML, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain sering banget belanja disana, kalau dia sih paling pake bajunya bangsa bangsa jacket yang merek FILA (idih banget nggak sich Di!).

• Minus 10 banget (dan yang ini banget banget-banget) karena dia masih suka bawa makanan dari rumah buat makan siang ke sekolah! Gila yah Di, malu-maluin banget nggak sih!

Sumpah yah Di, Vella malu banget sama dia, kayaknya mau putus aja deh Di.
—————————————————————————————————————–
Dear Diary,

Hari Ini valentine, pas Evan ke kelas Vella mau kasih kado, Vella cuma diem aja. Seharian itu Di, Vella ngindarin dia abis-abisan, dia bingung gitu kayaknya Di, kenapa Vella ngindar terus.

Sampe rumah dia nelepon Vella, Vella males tapi ngomong sama dia Di, Vella suruh pembantu bilang ke Evan kalau Vella belum pulang. Dia nelepon 4 kali hari itu tapi Vella males nerima.
Kira-kira 3 harian deh kayak gitu, tiap di sekolah Vella ngindarin Evan pake cara ke WC cewek lah atau ngumpet-ngumpet lah, dan di rumah Vella selalu nggak mau nerima telepon dari dia, kayaknya Vella bener-bener udah illfeel dan malu pacaran sama dia Di!

Akhirnya waktu itu hari Senin, seperti biasa pas di sekolah, Vella ngindarin dia. Pas pulang sekolah Vella ngumpul di kantin sama temen-temen Vella.
Mereka pada nanya kok Vella ngindarin Evan terus Vella diem aja, tapi setelah didesak akhirnya Vella ngaku juga Vella ngomong, “Ah bete banget gue sama tuh cowok, udah nggak ada modal mendingan gaul, dan mukanya setelah gue pikir-pikir biasa banget, ya ampun kok gue dulu mau yah jadi sama dia? dipelet kali yah gue!!”

Tiba tiba semua pada diem dan ngeliat ke arah punggung Vella, Vella bingung dan nengok Di, ya Tuhan Di, ternyata ada Evan di belakang Vella dan kayaknya dia denger yang Vella baru ucapin barusan. Vella cuma bisa diem tapi Vella sempet ngeliat Evan sebentar. Dia diem, mukanya nunduk ke bawah terus dia pelan-pelan pergi dari situ.

Vella diem aja, ada beberapa yang ngomong “Hayo loo Vel, dia denger lho!!”

Tapi ada juga yang ngomong, “Udahlah Vel, baguslah denger, nggak ada untungnya tetep sama dia, ntar elo juga bisa dapet yang lebih bagus.”

Bener juga yah Di, ya udah Vella cuek aja, syukur deh kalau dia denger. Dia mau minta putus juga ayo, mau banget malah Vella.

Dua hari pun berlalu Di, dan sejak saat Evan udah nggak berusaha nyamperin Vella di sekolah atau nelepon Vella. Tiap ketemu di sekolah dia cuma diem dan ngelewatin Vella aja.

Seminggu berlalu, 2 minggu berlalu sejak hari itu, Vella mulai ngerasa ada sesuatu yang ilang Di, nggak tau kenapa Vella mulai ngerasa kehilangan sesuatu, kadang-kadang Vella suka bengong bingung sendiri, cuma Vella berusaha ilangin perasaan itu. Vella nggak tau kenapa jadi males kemana mana, pengennya sendiri aja, males ngapain. Semua orang jadi bingung kenapa Vella berubah jadi kayak gini. Vella sendiri juga nggak tau kenapa Di.
—————————————————————————————————————–
Dear Diary,

Minggu malem nih Di, Ujan deres banget, Vella diem dan ngerenung di dalam kamar. Tiba-tiba di channel V ada lagunya Janet Jackson Di! Tau kan liriknya?

Doesn’t really matter what the eyes is seeing,
Cause im in love with the Inner being.

Saat itu tiba-tiba Vella nangis Di, Vella baru sadar… Betapa baiknya Evan… Vella nangis senangisnya Di, karena Vella baru sadar betapa begonya Vella…

• Minus 10 karena Evan nggak punya HP Di, tapi plus 100 karena dia tiap malem rela jalan jauh ke wartel buat Nelpon Vella ngucapin selamat tidur setiap hari…

• Minus 10 karena dia nggak dibolehin nyetir mobil sama ortunya karena belum 17 Di, tapi plus 100 karena tiap malem minggu dia rela naik sepeda jauh dari kemang ke bona indah khusus ngapelin Vella biar ujan sekalipun…

• Minus 10 karena dia rambutnya cuma botak biasa dan nggak suka di spike, tapi plus 100 karena dalam keadaan rambut Vella apapun baik bagus maupun lagi jelek, mau salah potong atau salah blow atau salah model dia selalu bilang Vella cantik banget…

• Minus 10 karena dia nggak suka ke tempat dugem Di, tapi plus 100 karena dia rela nemenin Vella ke tempat-tempat kayak gitu, meski dia nggak suka dan rela dimarahin ortunya karena pulang pagi nemenin Vella… dengan naik taksi ke rumahnya…

• Minus 10 karena Evan nggak punya jacket XSML dan hanya punya jacket FILA biasa, tapi plus 100 karena kalau ujan di sekolah dia selalu minjemin Vella jacketnya meski dia sendiri kedinginan…

• Minus 10 karena dia bawa makan siang ke sekolah, tapi plus 100 karena ternyata nabung uang jajan makang siangnya buat beli kado valentine buat Vella…

Dari 60 minus yang Evan punya Di, dia punya 600 Plus di hati Vella… dari 1000 kekurangan Evan, dia punya semilyar kebaikan… Ya Tuhan Di, betapa begonya Vella yah… Vella yang beruntung sebenernya punya cowok Evan, dan Vella juga yang nyakitin Evan, padahal nggak pernah sekalipun dia nyakitin Vella. Malemnya Vella nangis lama banget Di.
—————————————————————————————————————–
Dear Diary,

Vella ketemu sama Evan di sekolah. Vella kejar dia dan bilang Vella mau ngomong, Evan diem aja, tapi pulang sekolah dia nanya Vella mau ngomong apa. Vella kasih dia kartu buatan Vella, Vella cium pipi dia dan Vella bilang minta maaf karena Vella udah nyakitin dia. Dia cuma diem aja terus pulang… Vella cuma bisa diem karena sadar, Vella yang berbuat, Vella juga yang kehilangan… Sakit banget rasanya Di, Vella pulang sekolah nangis tapi juga sadar itu semua Vella yang bikin dan Vella pula yang nanggung resiko-nya…

Malem itu tiba tiba mama ngetok pintu kamar Vella, katanya ada telepon. Ternyata bener Di, itu Evan, dia udah maafin Vella, dia udah lupain semuanya… aduh Di, girang banget hati Vella, hi hi hi senengnya.

Nanti malem Evan mau kesini Di, dan Vella mau dandan secantik-cantiknya buat Evan, jadi Vella udahan dulu yah Di… thanx banget udah denger curhat-nya Vella, Vella belajar satu hal Di:

Hargailah apa yang kamu miliki sekarang,
Karena tanpa kamu sadari,
Kamu begitu beruntung telah memiliki-nya.

Selamat malem diaryku…

NB: Minus 10 Di, karena mukanya tidak tampan, tapi plus 100 karena hatinya luar biasa tampan…

Doesnt’ Really Matter what The eyes is seeing cause im in love with the Inner being.

for me that’s nice story. jangan pernah ngeliat orang dari penampilan luar-nya aja. ga ada maksud lain, apalagi buat nyindir. cuma buat sharing . thank you ya buat yg udah baca hehe 

Posted by: evanclearesta | September 15, 2009

Picture 13See Something Weird With This Shit?

Posted by: evanclearesta | September 15, 2009

Pertamax

Categories